
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di UPT SPF SDN Tanggul Patompo 2 yang berlokasi di Jalan Opu Daeng Risadju berlangsung dengan sangat khidmat.
Kepala Sekolah, Hj. Nahidha Mallapiang, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Pengembangan Karakter Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Sejak Dini dalam Menjaga Lingkungan”. Tema ini dipilih agar para siswa dapat senantiasa mengingat dan menerapkan perilaku mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membentuk karakter terpuji, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan pada diri anak-anak. Hal tersebut mencakup aspek alam—seperti menjaga kebersihan dan keindahan—hingga aspek sosial, yakni hidup rukun dan saling menghargai antarsesama teman.
Ceramah Dialogis dan Pesan Lingkungan
Acara inti diisi dengan ceramah oleh Ustaz Zainal Karaing, S.Pd.I., M.Pd. Berbeda dari biasanya, penyampaian hikmah maulid terasa lebih hidup dan dialogis karena dikemas dalam bentuk tanya jawab interaktif dengan para siswa.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Zainal menekankan pentingnya disiplin memilah sampah sejak dini, baik sampah organik, anorganik, maupun residu. Beliau mengingatkan bahwa kelalaian dalam menjaga alam bisa memicu berbagai bencana alam seperti kebakaran hutan, tanah longsor, dan banjir.
Beliau juga menitipkan pesan penting kepada para orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anak mereka, karena nama adalah untaian doa. Hal ini mencontoh kedua orang tua Rasulullah—Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab—yang menamai putra mereka Muhammad, yang berarti orang yang sangat terpuji. Sebagai informasi, Rasulullah lahir di Makkah pada 12 Rabiulawal tahun Gajah, atau bertepatan dengan tahun 571 M (catatan: teks asli menuliskan 517 M, namun secara historis yang tepat adalah 571 M) sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. Pada tahun ini, peringatan 12 Rabiulawal tersebut jatuh pada tanggal 25 Agustus 2026.
Peran Lingkungan dan Kreativitas Siswa
Di akhir acara, diingatkan kembali bahwa karakter anak tidak hanya dibentuk oleh didikan orang tua di rumah, melainkan juga dipengaruhi oleh ekosistem di sekolah serta lingkungan pergaulan mereka sehari-hari.
Kemeriahan acara ditutup dengan penampilan bakat dari para siswa. Mereka tampak percaya diri saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah, menggemakan salawat, hingga menampilkan berbagai kesenian islami mulai dari pembacaan puisi, tari-tarian, hingga bernyanyi bersama.